Anna Wintour Mundur- Perempuan yang amat ikonik dengan kacamata hitamnya itu sudah bertugas buat Condé Nast semenjak tahun 1983.
Peminat mode diguncang oleh berita Anna Wintour( 75) yang hendak mundur dari jabatannya selaku agen kencana69 pengedit in chief majalah Vogue Amerika Sindikat. Pergantian ini tidak kontan jadi akhir buat Wintour di bumi mode. Beliau hendak senantiasa berprofesi selaku chief konten officer buat Condé Nast serta garis besar tajuk karangan director buat Vogue.
Pembatalan diri ini diumumkan pada Kamis( 26 atau 6 atau 2025).” Siapa juga yang bertugas di aspek inovatif ketahui alangkah berartinya buat lalu bertumbuh dalam profesi. Kala aku jadi pengedit Vogue, aku mau sekali meyakinkan pada seluruh orang yang mencermati kalau terdapat metode terkini yang menarik buat memikirkan suatu majalah bentuk Amerika,” tuturnya pada para badan karyawan.
” Saat ini, kebahagiaan terbanyak aku merupakan menolong angkatan selanjutnya dari para pengedit yang bergairah beramal gagasan mereka sendiri, dibantu dengan pemikiran terkini yang menarik mengenai apa yang dapat dicoba oleh suatu industri alat besar,” imbuh Wintour.
Wanita yang amat ikonik dengan kacamata hitamnya itu sudah bertugas buat Condé Nast semenjak tahun 1983. Beliau ditentukan hendak senantiasa jadi bentuk mempengaruhi dalam bumi bentuk. Wintour hendak lalu memantau versi global alat lain, semacam Vogue, Wired, Vanity Fair, GQ, Tatler, Allure, serta sedang banyak lagi, melainkan The New Yorker.
Wintour telah menerangkan, beliau tidak hendak berangkat ke mana- mana.” Aku tidak hendak alih kantor ataupun memindahkan satu juga koleksi keramik Clarice Cliff aku. Aku hendak melimpahkan semua atensi aku pada kepemimpinan garis besar, bertugas serupa dengan regu pengedit yang cemerlang di semua bumi, serta mensupport para pengedit,” tuturnya.
Anna Wintour telah jadi wujud legendaris yang mengganti wajah Vogue Amerika. Beliau ikut berfungsi dalam membesarkan julukan pendesain Marc Jacobs, Alexander McQueen, serta John Galliano. Dirinya yang ikonik itu pula sempat jadi rujukan kepribadian Miranda Priestly dalam film The Devil Wears Prada.( AP atau NYT)
New York– Bumi bentuk dikejutkan oleh berita mencengangkan: Anna Wintour sah mengundurkan diri dari jabatannya selaku Chief Konten Officer Condé Nast serta atasan sidang pengarang Vogue sehabis lebih dari 3 dasawarsa jadi simbol serta instruktur gaya garis besar. Pemberitahuan yang di informasikan lewat statment sah Condé Nast pada Jumat malam durasi setempat ini men catat berakhirnya masa sangat mempengaruhi dalam asal usul jurnalistik bentuk modern.
Wintour, yang diketahui dengan rambut bob khas serta kacamata gelap besarnya, bukan cuma semata- mata pengedit majalah. Beliau merupakan wujud yang membuat karir para pendesain, memastikan arah gaya pakaian, sampai menjembatani bumi bentuk dengan politik serta adat pop. Kepergiannya meninggalkan kehampaan besar yang hendak susah diisi oleh siapa juga.
3 Dasawarsa Penuh Warna
Anna Wintour mengawali kepemimpinannya di Vogue Amerika pada tahun 1988, mengambil alih Grace Mirabella. Dikala itu, pabrik bentuk sedang didominasi oleh gaya klasik serta khusus, tetapi di tangan Wintour, Vogue berganti jadi program yang tidak cuma mangulas pakaian, namun pula kewenangan, seni, serta isu- isu sosial. Beliau diketahui selaku bentuk yang mendesak keanekaan, walaupun tidak tidak sering pula dikritik sebab sedang menjaga eksklusivitas bumi bentuk.
Di dasar arahannya, Vogue melahirkan sampul- sampul legendaris, menunjukkan tokoh- tokoh dari kerangka balik yang berlainan, semacam Michelle Obama, Rihanna, sampai penggerak belia semacam Greta Thunberg. Tidak hanya itu, beliau pula memainkan kedudukan esensial dalam menyelenggarakan Met Perdana, kegiatan kebaikan tahunan Kota besar Museum of Art yang sudah bertumbuh jadi momen pucuk penanggalan mode bumi.
Statment Sah serta Alibi Mundur
Dalam statment resminya, Anna Wintour berkata kalau keputusannya buat mundur merupakan tahap yang sudah dipikirkan semenjak lama.“ Ini merupakan durasi yang pas buat ayat terkini, bagus untuk aku dengan cara individu ataupun untuk industri. Aku merasa sudah membagikan seluruh yang dapat aku bagikan buat Vogue serta Condé Nast,” tulisnya.
Pangkal dalam mengatakan kalau Wintour sudah menata konsep peralihan sepanjang sebagian bulan terakhir. Beliau hendak senantiasa ikut serta selaku advokat tua sampai akhir tahun 2025, membenarkan cara pergantian kepemimpinan berjalan lembut. Belum terdapat pengganti sah yang diumumkan, walaupun sebagian julukan dari golongan dalam Condé Nast serta pengedit global Vogue disebut- sebut masuk dalam pasar uang calon.
Peninggalan Tidak Tergantikan
Walaupun kerap dikira dingin serta tidak terjangkau, Wintour ialah atasan visioner yang mengganti wajah pabrik mode. Beliau berjasa dalam membuat karir desainer- desainer semacam John Galliano, Alexander McQueen, Marc Jacobs, serta sedang banyak lagi. Di balik layar, beliau diketahui amat protektif kepada majalah serta para stafnya, walaupun diketahui pula dengan standar kegiatan yang besar serta jelas.
“ Anna bukan cuma pengedit, ia merupakan daya adat,” tutur Edward Enninful, atasan sidang pengarang British Vogue, dalam suatu tanya jawab.“ Warisannya jauh melewati laman majalah. Ia menghasilkan bentuk selaku bagian dari obrolan garis besar.”
Sepanjang era kepemimpinannya, Wintour pula memusatkan Condé Nast lewat tantangan besar—termasuk digitalisasi alat, pergantian hasrat angkatan belia, serta endemi COVID- 19 yang menyerang pabrik inovatif dengan cara garis besar. Walaupun banyak majalah cap hadapi kemunduran, Vogue di dasar Wintour senantiasa jadi standar kencana jurnalistik mode, bagus dalam wujud cap ataupun digital.
Era Depan Vogue serta Bumi Mode
Mundurnya Anna Wintour memunculkan persoalan besar hal era depan Vogue serta kedudukan Condé Nast dalam lanskap alat yang lalu berganti. Banyak pihak berambisi supaya penggantinya bawa antusias terkini yang lebih inklusif, liberal, serta relevan dengan angkatan digital. Tetapi, bobot buat meneruskan peninggalan Wintour pasti bukan perihal enteng.
Sebagian pengamat bentuk mengatakan kalau era peralihan ini dapat jadi momen berarti buat redefinisi nilai- nilai dalam pabrik yang sepanjang ini sering dikritik sebab kurang inklusif. Dengan terus menjadi besarnya akibat alat sosial serta pergantian metode pelanggan komsumsi data, Vogue mengalami tantangan berat buat senantiasa jadi relevan serta mempengaruhi.
“ Ini waktunya pabrik beranjak mengarah kepemimpinan yang lebih kolaboratif, lebih terbuka pada keanekaan, serta lebih mencermati suara dari dasar,” tutur Vanessa Friedman, komentator bentuk The New York Times.
Wujud Di Balik Mitos
Anna Wintour kerap ditafsirkan selaku“ The Ice Queen” ataupun gagasan kepribadian Miranda Priestly dalam film The Devil Wears Prada. Tetapi untuk banyak orang yang bertugas dekat dengannya, Wintour merupakan pembimbing, pendukung, serta pemikir penting yang lingkungan. Beliau diketahui mempunyai insting runcing kepada gaya adat, dan keahlian membaca momentum yang tidak sering dipunyai orang lain.
“ Aku berlatih lebih banyak dari Anna dari dari siapa juga dalam karir aku,” ucap Grace Coddington, mantan creative director Vogue.“ Ia ketahui bila wajib mendesak, bila wajib mencermati, serta bila wajib mengutip resiko.”
Penutup Suatu Bab
Keberangkatan Anna Wintour men catat penutupan satu ayat berarti dalam asal usul alat serta mode. Walaupun beliau sudah meninggalkan jabatannya, pengaruhnya tidak hendak lenyap sedemikian itu saja. Beliau sudah menggoreskan jejak dalam asal usul adat pop garis besar yang hendak senantiasa dikenang serta dipelajari oleh angkatan kelak.
Apa juga tahap Wintour berikutnya, satu perihal yang tentu: bumi bentuk tidak hendak sempat serupa tanpa dirinya di puncak arahan. Serta semacam perihalnya gaya yang lalu berganti, pabrik ini saat ini merambah tahap alih bentuk baru—tanpa Anna Wintour, namun tidak bebas dari warisannya.